Sebuah Hadits mengatakan, ” Shalat itu tiangnya agama, barangsiapa mendirikan shalat berarti ia mendirikan agama dan barang siapa meninggalkan shalat berarti meruntuhkan agama.”
Mari kita renungkan keadaan hari ini. Bandingkanlah antara orang yang mendirikan agama dengan yang meruntuhkan agama! Lebih banyak manakah ? Jawabannya mudah ditebak karena kenyataan hari ini ummat islam yang belum shalat lebih banyak dari pada yang sudah shalat.
Hari ini umat islam giat membangun masjid bahkan ada yang sampai meminta dana dengan cara beridir di jalan ataupun berkeliling.
Kalaulah setelah masjid itu berdiri, tiba – tiba ada sepuluh orang yang merusak bangunan fisik masjid tadi, maka dengan serentak mungkin seluruh masyarakat muslim di kampung itu akan mengeroyoknya. padahal yang dirusak adalah fisik bangunan masjid.
Tetapi hari ini banyak yang ummat islam yang meruntuhkan agama dengan cara meninggalkan shalat dan menjauhi masjid. Agama secara perlahan sedang diruntuhkan dengan cara merobohkan tiang2 nya yaitu shalat. Agama secara perlahan sedang diruntuhkan! masih adakah yang peduli dengan bangunan agama?
Hendaknya kerisauan dan kemarahan kepada yang merobohkan bangunan masjid setara dengan kerisauan dan kemarahan(kasih sayang) kepada orang yang meninggalkan shalat.
Insya Allah.
Pak Kiyai memelihara seekor burung beo. Dengan tekun dan telaten burung beo itu dilatihnya mengucapkan Laa ilaaha illallah. Akhirnya dalam beberapa bulan beo itu suah pandai mengucapkan Laa ilaa ha illallah.
Suatu hari seekor kucing menerkam burung beo itu dan ……keak…..keak….keak!!! Burung beo itu bersuara parau lalu mati dimangsa si kucing. Alangkah sedihnya hati sang Kiyai mendengar burung beonya mati. Sejak itu pak kiyai sering kelihatan murung dan banyak mengunci dirinya dalam kamar pribadi.
Kontan saja hal ini membuat para santrinya bingung dan bersedih. Lalu diantara para santri diadakan musyawarah untuk membelikan burung beo yang baru supaya pak kiyai tidak bermuram durja.
MAka maksud para sntri ini pun di utarakan kepada sang kiyai. Seorang utusan pun dikirim untuk menghadap kiyai.” Pak kiyai kami turut bersedih dengan kematian beo kesayangan pak kiyai, izinkanlah kami membelikan lagi burung beo yang baru agar pak kiyai tidak bersedih lagi.
Kemudian pak kiyai beranjak pergi dan memanggil seluruh santrinya ke masjid depan.
Ketahuilah santri – santriku……beberapa hari ini akiu mengurung diri dikamar sebenarnya bukan semata karena kematian burung beo itu tempo hari. Yaang aku sedihkan adalah isyarat yang diberikan Allah lewat kematian burung beo tersebut .Coba kalian pikirkan , burung tersebut sudah sangat fasih mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah tetapi saat diterkam kucing yang keluar dari mulutnya malah bunyi keak…keak….keak…! Aku takut nasibku nanti seperti beo itu……Semasa hidup fasih lisan ini mengucapkan kalimat itu tetapi pada saat meninggal nanti tidak mampu lisan ini mengucap kalimat syahadat di akhir hayat….malah mengucap yang lain. Ya Allah matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah ….dalam keadaan yang baik yang Engkau Ridhoi Ya Allah…..
Suatu hari seekor kucing menerkam burung beo itu dan ……keak…..keak….keak!!! Burung beo itu bersuara parau lalu mati dimangsa si kucing. Alangkah sedihnya hati sang Kiyai mendengar burung beonya mati. Sejak itu pak kiyai sering kelihatan murung dan banyak mengunci dirinya dalam kamar pribadi.
Kontan saja hal ini membuat para santrinya bingung dan bersedih. Lalu diantara para santri diadakan musyawarah untuk membelikan burung beo yang baru supaya pak kiyai tidak bermuram durja.
MAka maksud para sntri ini pun di utarakan kepada sang kiyai. Seorang utusan pun dikirim untuk menghadap kiyai.” Pak kiyai kami turut bersedih dengan kematian beo kesayangan pak kiyai, izinkanlah kami membelikan lagi burung beo yang baru agar pak kiyai tidak bersedih lagi.
Kemudian pak kiyai beranjak pergi dan memanggil seluruh santrinya ke masjid depan.
Ketahuilah santri – santriku……beberapa hari ini akiu mengurung diri dikamar sebenarnya bukan semata karena kematian burung beo itu tempo hari. Yaang aku sedihkan adalah isyarat yang diberikan Allah lewat kematian burung beo tersebut .Coba kalian pikirkan , burung tersebut sudah sangat fasih mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah tetapi saat diterkam kucing yang keluar dari mulutnya malah bunyi keak…keak….keak…! Aku takut nasibku nanti seperti beo itu……Semasa hidup fasih lisan ini mengucapkan kalimat itu tetapi pada saat meninggal nanti tidak mampu lisan ini mengucap kalimat syahadat di akhir hayat….malah mengucap yang lain. Ya Allah matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah ….dalam keadaan yang baik yang Engkau Ridhoi Ya Allah…..
Tasyakuran yang berlangsung cukup sederhana didahului dengan pemotogan tumpeng oleh Waka Polda Jatim Brigjen Pol Drs. Robert Aritonang yang diserahkan kepada Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Anton Bachrul Alam SH.
Kapolda dalam sambutan mengatakan , pangkat bintara dan perwira tinggi sama – sama memegang amanah dalam melaksanakan tugas .
Pangkat bintara dengan segala keterbatasannya dituntut mampu melaksanakan tugas dengan baik , tapi perwira tinggi dengan segala kelebihannya apakah mampu memimpin dengan baik maka keduannya sama –sama memegang amanah dan amanah itu nantinya akan di minta pertanggung jawaban setelah mati nanti .
Hadir pada Tasyukuran kenaikan pangkat Para pejabat utama, Kapolwiltabes Surabaya beserta jajarannya. *** Polda/Min-Cdr
Wakapolda Jatim saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Anton Bachrul Alam. SH.
Kapolda dalam sambutan mengatakan , pangkat bintara dan perwira tinggi sama – sama memegang amanah dalam melaksanakan tugas .
Pangkat bintara dengan segala keterbatasannya dituntut mampu melaksanakan tugas dengan baik , tapi perwira tinggi dengan segala kelebihannya apakah mampu memimpin dengan baik maka keduannya sama –sama memegang amanah dan amanah itu nantinya akan di minta pertanggung jawaban setelah mati nanti .
Hadir pada Tasyukuran kenaikan pangkat Para pejabat utama, Kapolwiltabes Surabaya beserta jajarannya. *** Polda/Min-Cdr
Wakapolda Jatim saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Anton Bachrul Alam. SH.
Kapolda Jatim saat memperkenalkan diri dan memberikan Tausiah usai sholat Jum'at di Masjid At Taqwa Wonorejo ( foto : Husni)
SURABAYA : Sholat jum'at di Masjid yang berada dilingkungan Podok Pesantren ini kapolda jatim melaksanakan Jum'atan bersama dengan Kapolres Surabaya Timur dan masyarakat sekitar.
Kapolres Surabaya Timur AKBP Samudi, SIK mendampingi Kapolda Jatim Irjend Pol Drs. Anton Bachrul Alam, SH di Masjid At Taqwa Wonorejo. (foto : Zainul)
Setelah sholat jum'at Kapolda Jatim memberikan sedikit perkenalan dan tausiah kepada para jamaah yang intinya adalah Kepolisian yang saat ini dalam pimpinan Irjend Pol Drs.Anton Bachrul Alam ini menjadikan para anggotanya yang berjumlah kurang lebih 41.000 taat beribadah dan menjadi ahli surga kelak nanti, maka setiap lima waktu Kapolda Jatim melaksanakan sholat bersama di wilayah.
Kapolda berharap agar para anggotanya memiliki jiwa yang sehat karena dengan jiwa yang sakit maka obatnya hanya satuyaitu meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan YME.***Polres Surabaya Timur/Husni.
SURABAYA : Sholat jum'at di Masjid yang berada dilingkungan Podok Pesantren ini kapolda jatim melaksanakan Jum'atan bersama dengan Kapolres Surabaya Timur dan masyarakat sekitar.
Kapolres Surabaya Timur AKBP Samudi, SIK mendampingi Kapolda Jatim Irjend Pol Drs. Anton Bachrul Alam, SH di Masjid At Taqwa Wonorejo. (foto : Zainul)
Setelah sholat jum'at Kapolda Jatim memberikan sedikit perkenalan dan tausiah kepada para jamaah yang intinya adalah Kepolisian yang saat ini dalam pimpinan Irjend Pol Drs.Anton Bachrul Alam ini menjadikan para anggotanya yang berjumlah kurang lebih 41.000 taat beribadah dan menjadi ahli surga kelak nanti, maka setiap lima waktu Kapolda Jatim melaksanakan sholat bersama di wilayah.
Kapolda berharap agar para anggotanya memiliki jiwa yang sehat karena dengan jiwa yang sakit maka obatnya hanya satuyaitu meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan YME.***Polres Surabaya Timur/Husni.
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact